Kabut Asap Masih Menyelimuti Palangka Raya, SMKS Karsa Mulya Tetap Laksanakan Pembelajaran Jarak Jauh
Palangka Raya, Kamis, 24 September 2026 - Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kota Palangka Raya hingga Kamis (24/9/2026). Udara tampak berkabut dan jarak pandang mengalami penurunan di sejumlah wilayah kota. Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat, termasuk dunia pendidikan.
Berdasarkan informasi Pemerintah Kota Palangka Raya, pada Rabu (23/9/2026) konsentrasi PM2.5 di Kota Palangka Raya tercatat mencapai 694,9 µg/m³, yang menunjukkan kualitas udara berada pada kategori berbahaya. Kondisi tersebut berkaitan dengan kabut asap akibat karhutla yang masih terjadi di wilayah Kalimantan Tengah.
Di tengah kondisi tersebut, SMKS Karsa Mulya Palangka Raya tetap berkomitmen menjaga keberlangsungan proses pembelajaran sekaligus memperhatikan kesehatan dan keselamatan peserta didik serta tenaga pendidik. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sehingga siswa tetap dapat mengikuti kegiatan belajar tanpa harus datang dan beraktivitas secara langsung di lingkungan sekolah.
PJJ dilaksanakan secara daring menggunakan Zoom Meeting. Kegiatan pembelajaran dimulai pada pukul 07.00 WIB. Sebelum memasuki kegiatan pembelajaran inti, siswa dan guru mengikuti kegiatan pembiasaan karakter sebagai bagian dari upaya sekolah untuk tetap membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan karakter positif peserta didik meskipun pembelajaran berlangsung dari rumah.
Selama PJJ, guru tetap memberikan materi, penjelasan, diskusi, latihan, serta tugas kepada siswa sesuai dengan jadwal pembelajaran. Dengan demikian, kondisi kabut asap tidak menghentikan proses pendidikan, tetapi mendorong sekolah untuk menyesuaikan metode pembelajaran dengan situasi yang sedang dihadapi.
Kondisi kabut asap di Palangka Raya saat ini memang cukup serius. Selain berdampak terhadap aktivitas masyarakat, kualitas udara yang buruk juga telah memengaruhi sektor pendidikan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebelumnya melaporkan bahwa pada 22 September 2026, rata-rata ISPU Kalteng mencapai 563 atau kategori berbahaya, dan sejumlah satuan pendidikan telah beralih ke pembelajaran dari rumah.
Melihat kondisi tersebut, SMKS Karsa Mulya terus berupaya memberikan pelayanan pendidikan yang adaptif. Pelaksanaan PJJ menjadi salah satu bentuk penyesuaian agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan dan kesehatan warga sekolah.
Melalui pembelajaran daring, sekolah berharap peserta didik tetap aktif mengikuti kegiatan pembelajaran, menjaga kedisiplinan, serta menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Di sisi lain, siswa juga diharapkan tetap memperhatikan kesehatan dan mengikuti arahan dari orang tua maupun pihak berwenang selama kondisi kabut asap masih berlangsung.
SMKS Karsa Mulya Palangka Raya terus berkomitmen bahwa kondisi lingkungan yang tidak menentu bukan menjadi penghalang untuk tetap belajar. Dengan memanfaatkan teknologi digital dan semangat kebersamaan, proses pendidikan tetap dapat berlangsung secara aman, efektif, dan berkelanjutan.






